Jumat, 20 Februari 2009

Penelitian Tindakan Kelas – Beberapa Kriteria yang Biasanya Dinilai

Penelitian Tindakan Kelas – Beberapa Kriteria yang Biasanya Dinilai

Peenelitian tindakan kelas yang baik biasanya akan memenuhi berbagai kriteria, sehingga apabila dilaksanakan akan memperoleh hasil sesuai yang diharapkan: yaitu peningkatan mutu pembelajaran. Beberapa kriteria yang merujuk pada penelitian tindakan kelas yang baik antara lain:

a. Perumusan Masalah (terutama: asal, relevansi, dan cakupan permasalahan).

b. Cara Pemecahan Masalah (terutama: rancangan tindakan, dan kontekstualitas tindakan, kriteria keberhasilan sebuah tindakan).

c. Kemanfaatan Hasil Penelitian (terutama: potensi untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas isi, proses, masukan, atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan).

d. Prosedur Penelitian (terutama: prosedur diagnosis masalah, perencanaan tindakan, prosedur pelaksanaan tindakan, prosedur observasi dan evaluasi, prosedur refleksi hasil penelitian).

e. Kegiatan Pendukung (terutama: jadwal penelitian, sarana pendukung pembelajaran masing-masing anggota penelitian dalam setiap kegiatan penelitian, dan kelayakan pembiayaan).

Beberapa artikel tentang penelitian tindakan kelas:
Baca Selengkapnya

Penelitian Tindakan Kelas - Kolaborasi Pelaksanaan PTK

Penelitian Tindakan Kelas - Kolaborasi Pelaksanaan PTK
Penelitian tindakan kelas atau lazim disingkat PTK, sebaiknya dilakukan secara kolaboratif antar sesama guru dan-atau dapat melibatkan dosen/universitas/LPTK. Melalui kolaborasi Penelitian tindakan kelas yang dilakukan dapat lebih obyektif serta memanfaatkan saran-saran orang lain/ahli. Berikut beberapa hal yang berkaitan dengan penelitian tindakan kelas yang kolaboratif:

Permasalahan penelitian tindakan kelas harus digali atau didiagnosis secara kolaboratif dan sistematis oleh dosen dan guru dari masalah yang nyata dihadapi guru dan/atau siswa di sekolah. Masalah penelitian bukan dihasilkan dari kajian teoretik atau dari hasil penelitian terdahulu, tetapi masalah lebih ditekankan pada permasalahan aktual pembelajaran di kelas.

Penelitian ini bersifat kolaboratif, dalam pengertian usulan harus secara jelas menggambarkan peranan dan intensitas masing-masing anggota pada setiap kegiatan penelitian yang dilakukan, yaitu: pada saat mendiagnosis masalah, menyusun usulan, melaksanakan penelitian (melaksanakan tindakan, observasi, merekam data, evaluasi, dan refleksi), menganalisis data, menyeminarkan hasil, dan menyusun laporan akhir.

Dalam PTK, kedudukan dosen setara dengan guru, dalam arti masing-masing mempunyai peran dan tanggungjawab yang saling membutuhkan dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan.

Beberapa artikel tentang penelitian tindakan kelas:
Baca Selengkapnya

Penelitian Tindakan Kelas – Hasil yang Diharapkan

hasil apa yang dapat diharapkan jika melakukan PTK?
Hasil apa yang dapat diharapkan jika melakukan PTK?
Secara umum, hasil yang diharapkan bila guru telah melakukan penelitian tindakan kelas (PTK/classroom action research) adalah sebuah peningkatan atau perbaikan (improvement and theraphy), antara lain sebagai berikut.

Peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar siswa di sekolah

Seorang guru yang melakukan PTK di kelasnya sendiri pada mulanya mungkin merasakan adanya suatu permasalahan dalam kinerja belajar siswa-siswanya. Itu adalah latar belakang yang membuatnya tertarik untuk melakukan penelitian. Jika ia melakukannya dengan benar (asumsi: ia melakukan tindakan atau action yang benar), maka dapat dipastikan akan terjadi peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar siswa-siswa di kelasnya.

Peningkatan atau perbaikan terhadap mutu proses pembelajaran di kelas

Mutu atau kualitas proses pembelajaran jangan dianggap remeh. Justru inilah yang harus diperhatikan seorang guru yang efektif. Kualitas proses pembelajaran  (KBM) menentukan kualitas hasil pembelajaran. Tidak akan diperoleh perbaikan atau peningkatan kualitas hasil belajar siswa tanpa ada perbaikan atau peningkatan mutu proses pembelajaran.

Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penggunaan media, alat bantu belajar, dan sumber belajar lainnya

Pembelajaran yang baik hampir dapat dipastikan selalu menggunakan media, alat bantu, atau sumber belajar yang baik. Pemilihan dan tata penggunaan media, alat bantu serta sumber belajar berkaitan dengan kualitas proses, dan tentu juga akan berimplikasi terhadap kualitas hasil belajar. Guru yang melakukan penelitian tindakan kelas untuk memperbaiki kualitas penggunaan media, alat bantu dan sumber belajar akan dapat meperoleh hasil yang maksimal dari pemanfaatannya di kelas.

Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa

Evaluasi dalam dunia pendidikan memegang peranan yang amat penting. Sebagai salah satu komponen penting yang memiliki multi fungsi baik bagi sekolah, guru, orang tua, institusi tertentu, pengambil kebijakan, hingga siswa itu sendiri, maka PTK yang mencoba mengkaji tindakan untuk memperbaiki kualitas prosedur atau alat evaluasi pendidikan tentu akan sangat bermanfaat, terlebih-lebih jika digunakan dalam tujuan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa dalam suatu kegiatan pembelajaran.

Peningkatan atau perbaikan terhadap masalah-masalah pendidikan anak di sekolah

Beragam masalah-masalah pendidikan dihadapi para siswa. Setiap siswa punya masalah tersendiri yang bersifat unik atau umum, dan dapat bersifat berat atau  ringan. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas oleh wali kelas atau guru bimbingan dan konseling, atau guru mata pelajaran akan dapat mencarikan solusi terbaik bagi permasalah-permasalahan tersebut.

Peningkatan dan perbaikan terhadap kualitas penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa di sekolah

Kurikulum yang diterapkan di sebuah sekolah perlu dikaji dari berbagai aspek. Penelitian tindakan kelas dapat menjadi salah satu cara untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas penerapan kurikulum, sehingga pada akhirnya tuntutan kurikulum yaitu pengembangan kompetensi-kompetensi tertentu pada diri siswa melalui pembelajaran dapat dipenuhi.

Demikian ulasan mengenai hasil-hasil yang diharapkan dari suatu pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dari blog PTK dan Model Pembelajaran. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada artikel berikutnya. Salam.

Beberapa artikel tentang penelitian tindakan kelas:
Baca Selengkapnya

Bidang Kajian Penelitian Tindakan Kelas

Bidang Kajian Penelitian Tindakan Kelas


Ada beberapa bidang kajian yang dapat dilakukan oleh guru sebagai peneliti dalam penelitian tindakan kelas (PTK guru), yaitu sebagai berikut:

Masalah belajar siswa 

Salah satu bidang kajian penting dalam ptk (penelitian tindakan kelas) adalah masalah belajar siswa di sekolah. Beberapa tema yang termasuk di dalam tema ini antara lain: masalah belajar di kelas, kesalahan-kesalahan pembelajaran, miskonsepsi.
bidang kajian penelitian tindakan kelas
Bidang kajian PTK itu apa saja ya?

Desain dan strategi pembelajaran 

Bidang kajian kedua yang patut diangkat sebagai bahan penelitian di kelas adalah desain pembelajaran atau strategi pembelajaran yang digunakan guru. Untuk bidang kajian yang kedua ini termasuk di dalamnya tema antara lain: masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran, implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran, interaksi di dalam kelas, partisipasi orangtua dalam proses belajar siswa.

Alat bantu, media dan sumber belajar 

Dalam penelitian tindakan kelas, sering juga diangkat bidang kajian tentang alat bantu mengajar, media pembelajaran yang digunakan oleh guru, hingga sumber belajar bagi siswa. Tema yang termasuk dalam bidang kajian ini, antara lain: masalah penggunaan media, perpustakaan, dan sumber belajar di dalam/luar kelas, peningkatan hubungan antara sekolah dan masyarakat.

Sistem asesmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran 

Sistem asesmen dan evaluasi baik dalam tahapan proses pembelajaran maupun pada hasil pembelajaran juga layak dikaji dengan ptk (penelitian tindakan kelas). Beberapa tema yang dapat diteliti oleh guru terkait bidang kajian sistem asesmen dan evaluasi ini antara lain: masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran, pengembangan instrumen asesmen berbasis kompetensi.

Pengembangan pribadi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan 

Bidang kajian pengembangan kepribadian siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan juga merupakan bidang kajian yang sering diteliti, baik saat melakukan ptk maupun pts (penelitian tindakan sekolah: yakni penelitian tindakan dengan level yang lebih luas yaitu sekolah). Tema yang dapat diteliti pada bidang kajian ini antara lain: peningkatan kemandirian dan tanggungjawab peserta didik, peningkatan keefektifan hubungan antara pendidik- peserta didik dan orangtua dalam PBM, dan peningkatan konsep diri peserta didik.

Masalah kurikulum 

Masalah-masalah yang berkaitan dengan kurikulum adalah bidang kajian yang juga dapat diteliti melalui penelitian tindakan kelas. Mungkin tema yang bisa diteliti seperti : implementasi KBK, KTSP, Kurikulum 2013, urutan penyajian materi pokok, interaksi guru-siswa, siswa-materi ajar, dan siswa-lingkungan belajar, dan sebagainya.

Demikian artikel tentang bidang kajian yang dapat diteliti melalui ptk (penelitian tindakan kelas). Semoga artikel di atas dapat memberi inspirasi bagi anda yang ingin melakukan penelitian. Silakan kunjungi kembali blog ptk dan model pembelajaran ini untuk artikel terbaru lainnya.

Beberapa artikel tentang penelitian tindakan kelas:

Baca Selengkapnya

Contoh Sistematika Proposal PTK

Contoh Sistematika Proposal PTK (Penelitian Tindakan Kelas)


Di bawah ini blog penelitian tindakan kelas memberikan sebuah contoh sistematika proposal atau usulan penelitian tindakan kelas. Sebenarnya sistematika proposal ptk tidak mengikat (bebas) saja, apabila kita membuatnya tanpa tujuan untuk memperoleh bantuan dana daripihak tertentu. Bila kita melakukan penelitian yang sifatnya mandiri, maka tentu saja kita bebas menuliskannya. Yang terpenting kita telah memuat bagian-bagian esensial dari sebuah proposan ptk.

A. JUDUL PENELITIAN

Judul hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti dan tindakan untuk mengatasi masalahnya.

B. BIDANG KAJIAN

Tuliskan bidang kajian penelitian

C. PENDAHULUAN

Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran. Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di sekolah, dan diagnosis dilakukan oleh guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah.Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan, serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu, biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. Setelah diidentifikasi masalah penelitiannya, maka selanjutnya perlu dianalisis dan dideskripsikan secara cermat akar penyebab dari masalah tersebut. Penting juga digambarkan situasi kolaboratif antar anggota peneliti dalam mencari masalah dan akar penyebab munculnya masalah tersebut. Prosedur yang digunakan dalam identifikasi masalah perlu dikemukakan secara jelas dan sistematis.

D. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH


1. Perumusan Masalah

Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi,asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan hasil positif yang diantisipasi dengan mengajukan indikator keberhasilan tindakan, dan cara pengukuran serta cara mengevaluasinya.

2. Pemecahan Masalah

Uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti, hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan pada akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah.

3. Tujuan Penelitian

Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas, sehingga diukur tingkat pencapaian keberhasilannya.

4. Kontribusi Hasil Penelitian

Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran, sehingga tampak manfaatnya bagi siswa, guru, maupun 10 komponen pendidikan di sekolah lainnya. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini.

E. KAJIAN PUSTAKA

Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan. Kemukakan juga teori, temuan dan bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Uraian ini
digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Pada bagian akhir dapat dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi.

F. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN

Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan objek, waktu dan lamanya tindakan, serta lokasi penelitian secara jelas. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklus. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus lain. Jumlah siklus diusahakan lebih dari satu siklus, meskipun harus diingat juga jadwal kegiatan belajar di sekolah. Dalam rencana pelaksanaan tindakan pada setiap tahapan hendaknya digambarkan peranan dan intensitas kegiatan masingmasing anggota peneliti, sehingga tampak jelas tingkat dan kualitas kolaborasi dalam penelitian tersebut.

G. JADWAL PENELITIAN

Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam bentuk Gantt chart. Jadwal kegiatan penelitian disusun selama 10 bulan.

H. BIAYA PENELITIAN (BILA DIAJUKAN PADA SPONSOR)

Kemukakan besarnya biaya penelitian secara rinci dengan mengacu kepada kegiatan penelitian. Rekapitulasi biaya penelitian:
¨ Honorarium ketua, anggota maksimal 30%
¨ Biaya operasional minimal 30 %
¨ Biaya pembelian ATK maksimal 30%
¨ Lain-lain pengeluaran 10%

I. PERSONALIA PENELITIAN

Jumlah peneliti (misalnya) maksimal 5 orang, yang terdiri dari : 1 orang Ketua Peneliti (dosen LPTK), 4 orang anggota peneliti yang dapat terdiri dari 1 orang dosen LPTK dan 3 orang guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah, atau 4 orang guru/tenaga kependidikan di sekolah. Jumlah guru minimal 2 orang dan harus lebih banyak dari jumlah dosen. Uraikan peran guru, jumlah waktu yang digunakan dalam setiap bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan. Penelitian ini sekurang-kurangnya dilakukan oleh 3 orang peneliti, yang 1 orang sebagai Ketua Peneliti (dosen LPTK) dan 2 orang guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah. Rincilah nama personalia tim peneliti, golongan, pangkat, jabatan, dan lembaga tempat tugas.

Lampiran-lampiran

Daftar Pustaka, yang dituliskan secara konsisten menurut model APA, MLA atau Turabian.
Riwayat Hidup Ketua Peneliti dan Anggota Peneliti (Cantumkan pengalaman penelitian yang relevan sampai saat ini).

Beberapa artikel tentang penelitian tindakan kelas:

Baca Selengkapnya