Kamis, 11 Juli 2013

Langkah-Langkah dalam Penelitian Ilmiah

Penelitian Ilmiah dan Langkah-Langkah Penelitian Ilmiah

Kembali membahas tentang teori penelitian, setelah sebelumnya menguraikan tentang metode ilmiah dan langkah-langkah metode ilmiah, blog Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Model-Model Pembelajaran selanjutnya akan membahas tentang penelitian ilmiah dan langkah-langkah melakukan penelitian ilmiah. Yuk disimak.

Perbedaan Metode Ilmiah dengan Penelitian Ilmiah

Metode ilmiah dan penelitian ilmiah, dua frase yang terkesan memiliki pengertian sama ini ternyata memiliki perbedaan satu sama lain. Ada dua (2) hal paling tidak, yang membedakan antara metode ilmiah dengan penelitian ilmiah. Perlu dimengerti bahwa setiap penelitian ilmiah harus menerapkan metode ilmiah, akan tetapi setiap metode ilmiah belum tentu penelitian ilmiah. Maksudnya begini, prinsip-prinsip yang digunakan dalam metode ilmiah digunakan pula dalam penelitian ilmiah.

Adapun letak kedua perbedaan metode ilmiah dengan penelitian ilmiah, sebagaimana telah disebut di atas adalah: (1) dalam hal rumusan masalah; dan (2) dalam hal cara kerja pemecahan masalah. Mari kita uraikan satu persatu.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam metode ilmiah dapat berupa masalah yang sangat sederhana atau masalah yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ketika hari hujan, salah satu sudut lantai kamar di rumah anda menjadi menjadi basah. Untuk menyelesaikan masalah sederhana ini anda tidak perlu melakukan penelitian ilmiah, cukup berpikirdengan menggunakan metode ilmiah. Sebaliknya dalam penelitian ilmiah rumusan masalah cukup kompleks sehingga membutuhkan kegiatan yang kompleks pula untuk menyelesaikan/ memecahkannya. Dalam penelitian ilmiah anda harus merancang instrumen untuk mengumpulkan data dengan benar, menganalisis data, dsb. Melakukan penelitian ilmiah memerlukan waktu yang lebih lama, tidak cukup hanya satu atau dua hari saja sebagaimana anda memecahkan masalah sehari-hari yang sederhana melalui metode ilmiah.Contoh masalah penelitian ilmiah yang cukup kompleks misalnya: Apa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan prestasi siswa-siswa kelas XA SMA SukaMoro? Untuk memecahkan masalah ini tidak dapat dilakukan secara sederhana melalui metode ilmiah, tetapi haruslah dengan penelitian ilmiah yang dalam pelaksanaannya tetap menerapkan prinsip-prinsip metode ilmiah.

Cara Kerja Pemecahan Masalah

Secara singkat pada paragraf sebelumnya tentang rumusan masalahpun kita sudah dapat memahami bahwa cara kerja dalam penelitian ilmiah lebih kompleks dibanding cara kerja pada metode ilmiah. Selama melaksanakan penelitian ilmiah diperlukan ketekunan, kesabaran, ketelitian, dan keahlian khusus. Penelitian ilmiah dilakukan secara sadar, cermat dan sistematis mengenai subjek tertentu sehingga dapat mengungkapkan fakta-fakta, teori-teori, atau aplikasi-aplikasi. Penelitian ilmiah juga berkaitan dengan memperbaiki sesuatu yang sedang berjalan baik berupa fakta, teori atau kegiatan, dan tidak hanya mengungkap hal-hal yang bersifat baru. Penelitian ilmiah (scientific research) bukan hanya upaya yang dilakukan untuk pemuasan rasa ingin tahun, tetapi juga berkaitan dengan upaya untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan gejala-gejala sosial ataupun kebendaan (alam).

Langkah-Langkah Penelitian Ilmiah

Proses pelaksanaan penelitian ilmiah terdiri dari langkah-langkah yang juga menerapkan prinsip metode ilmiah. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan selama melakukan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut:
  1. mengidentifikasi dan merumuskan masalah
  2. melakukan studi pendahuluan
  3. merumuskan hipotesis
  4. mengidentifikasi variabel dan definisi operasional variabel
  5. menentukan rancangan dan desain penelitian
  6. menentukan dan mengembangkan instrumen penelitian
  7. menentukan subjek penelitian
  8. melaksanakan penelitian
  9. melakukan analisis data
  10. merumuskan hasil penelitian dan pembahasan
  11. menyusun laporan penelitian dan melakukan desiminasi.

Berikut kita bahas setiap langkah-langkah penelitian ilmiah (scientific research) itu, berikut ini.

Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah

Sebagaimana halnya dalam metode ilmiah, pada penelitian ilmiah juga harus berangkat dari adanya permasalahan yang ingin pecahkan. Sebelum melaksanakan penelitian ilmiah perlu dilakukan identifikasi masalah. Proses identifikasi masalah penting dilakukan agar rumusan masalah menjadi tajam dan sebagai bentuk data awal bahwa dalam penelitian ilmiah tersebut memang dibutuhkan pemecahan masalah melalui penelitian. Identifikasi masalah dirumuskan bersesuaian sebagaimana latar belakang masalah, berdasarkan fakta dan data yang ada di lapangan. Identifikasi masalah pada umumnya dirumuskan dalam bentuk kalimat deklaratif, sementara rumusan masalah ditulis dalam bentuk kalimat tanya (berbentuk pertanyaan).

Melakukan Studi Pendahuluan

Di dalam penelitian ilmiah, perlu dilakukan sebuah studi pendahuluan. Peneliti dapat melakukannya dengan menelusuri dan memahami kajian pustaka untuk bahan penyusun landasan teori yang dibutuhkan untuk menyusun hipotesis maupun pembahasan hasil penelitian nantinya. Sebuah penelitian dikatakan bagus apabila didasarkan pada landasan teori yang kukuh dan relevan. Banyak teori yang bersesuaian dengan penelitian, namun ternyata kurang relevan. Oleh karenanya, perlu dilakukan usaha memilah-milah teori yang sesuai. Selain itu studi pendahuluan yang dilakukan peneliti melalui pengkajian kepustakaan akan dapat membuat penelitian lebih fokus pada masalah yang diteliti sehingga dapat memudahkan penentuan data apa yang nantinya akan dibutuhkan.

Merumuskan Hipotesis

Hipotesis perlu dirumuskan dalam sebuah penelitian ilmiah, lebih-lebih penelitian kuantitatif. Dengan menyatakan hipotesis, maka penelitian ilmiah yang dilakukan peneliti akan lebih fokus terhadap masalah yang diangkat. Selain itu dengan rumusan hipotesis, seorang peneliti tidak perlu lagi direpotkan dengan data-data yang seharusnya tidak dibutuhkannya, karena data yang diambilnya melalui instrumen penelitian hanyalah data-data yang berkaitan langsung dengan hipotesis. Data-data ini sajalah yang nantinya akan dianalisis. Hipotesis erat kaitannya dengan anggapan dasar. Anggapan dasar merupakan kesimpulan yang kebenarannya mutlak sehingga ketika seseorang membaca suatu anggapan dasar, tidak lagi meragukan kebenarannya.

Mengidentifikasi Variabel dan Definisi Operasional Variabel

Sebuah variabel dalam penelitian ilmiah adalah fenomena yang akan atau tidak akan terjadi sebagai akibat adanya fenomena lain. Variabel penelitian sangat perlu ditentukan agar masalah yang diangkat dalam sebuah penelitian ilmiah menjadi jelas dan terukur. Dalam tahap selanjutnya, setelah variabel penelitian ditentukan, maka peneliti perlu membuat definisi operasional variabel itu sesuai dengan maksud atau tujuan penelitian. Definisi operasional variabel adalah definisi khusus yang dirumuskan sendiri oleh peneliti. Definisi operasional tidak sama dengan definisi konseptual yang didasarkan pada teori tertentu.

Menentukan Rancangan atau Desain Penelitian

Rancangan penelitian sering pula disebut sebagai desain penelitian. Rancangan penelitian merupakan prosedur atau langkah-langkah aplikatif penelitian yang berguna sebagai pedoman dalam melaksanakan penelitian ilmiah bagi si peneliti yang bersangkutan. Rancangan penelitian harus ditetapkan secara terbuka sehingga orang lain dapat mengulang prosedur yang dilakukan untuk membuktikan kebenaran penelitian ilmiah yang telah dilakukan peneliti.

Menentukan dan Mengembangkan Instrumen Penelitian

Apakah yang dimaksud dengan instrumen penelitian? Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya. Beragam alat dan teknik pengumpulan data yang dapat dipilih sesuai dengan tujuan dan jenis penelitian ilmiah yang dilakukan. Setiap bentuk dan jenis instrumen penelitian memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Karena itu sebelum menentukan dan mengembangkan instrumen penelitian, perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Salah satu kriteria pertimbangan yang dapat dipakai untuk menentukan instrumen penelitian adalah kesesuaiannya dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan. Tidak semua alat atau instrumen pengumpul data cocok digunakan untuk penelitian-penelitian tertentu.

Menentukan Subjek Penelitian

Orang yang terlibat dalam penelitian ilmiah dan berperan sebagai sumber data disebut subjek penelitian. Seringkali subjek penelitian berkaitan dengan populasi dan sampel penelitian. Apabila penelitian ilmiah yang dilakukan menggunakan sampel penelitian dalam sebuah populasi penelitian, maka peneliti harus berhati-hati dalam menentukannya. Hal ini dikarenakan, penelitian yang menggunakan sampel sebagai subjek penelitian akan menyimpulkan hasil penelitian yang berlaku umum terhadap seluruh populasi, walaupun data yang diambil hanya merupakan sampel yang jumlah jauh lebih kecil dari populasi penelitian. Pengambilan sampel penelitian yang salah akan mengarahkan peneliti kepada kesimpulan yang salah pula.Sampel yang dipilih harus merepsentasikan populasi penelitian.

Melaksanakan Penelitian

Pelaksanaan penelitian adalah proses pengumpulan data sesuai dengan desain atau rancangan penelitian yang telah dibuat. Pelaksanaan penelitian harus dilakukan secara cermat dan hati-hati karena kan berhubungan dengan data yang dikumpulkan, keabsahan dan kebenaran data penelitian tentu saja akan menentukan kualitas penelitian yang dilakukan.Seringkali peneliti saat berada di lapangan dalam melaksanakan penelitiannya terkecoh oleh beragam data yang sekilas semuanya tampak penting dan berharga. Peneliti harus fokus pada pemecahan masalah yang telah dirumuskannya dengan mengacu pengambilan data berdasarkan instrumen penelitian yang telah dibuatnya secara ketat. Berdasarkan cara pengambilan data terhadap subjek penelitian, data dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu data langsung dan data tidak langsung. Data langsung adalah data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti dari sumber data (subjek penelitian), sementara data tidak langsung adalah data yang diperoleh peneliti tanpa berhubungan secara langsung dengan subjek penelitian yaitu melalui penggunaan media tertentu misalnya wawancara menggunakan telepon, dan sebagainya.

Melakukan Analisis Data

Beragam data yang terkumpul saat peneliti melaksanakan penelitian ilmiahnya tidak akan mempunyai kana apapun sebelum dilakukan analisis. Ada beragam alat yang dapat digunakan untuk melakukan analisis data, bergantung pada jenis data itu sendiri. Bila penelitian ilmiah yang dilakukan bersifat kuantitatif, maka jenis data akan bersifat kuantitatif juga. Bila penelitian bersifat kualitatif, maka data yang diperoleh akan bersifat kualitatif dan selanjutnya perlu diolah menjadi data kuantitatif. Untuk itu perlu digunakan statistik dalam pengolahan dan analisis data.

Merumuskan Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada hakekatnya merumuskan hasil penelitian dan melakukan pembahasan adalah kegiatan menjawab pertanyaan atau rumusan masalah penelitian, sesuai dengan hasil analisis data yang telah dilakukan. Pada saat melakukan pembahasan, berarti peneliti melakukan interpretasi dan diskusi hasil penelitian.Hasil penelitian dan pemabahasannya merupakan inti dari sebuah penelitian ilmiah.Pada penelitian ilmiah dengan pengajuan hipotesis, maka pada langkah inilah hipotesis itu dinyatakan diterima atau ditolak dan dibahas mengapa diterima atau ditolak. Bila hasil penelitian mendukung atau menolak suatu prinsip atau teori, maka dibahas pula mengapa demikian. Pembahasan penelitian harus dikembalikan kepada teori yang menjadi sandaran penelitian ilmiah yang telah dilakukan.

Menyusun Laporan Penelitian dan Melakukan Desiminasi

Seorang peneliti yang telah melakukan penelitian ilmiah wajib menyusun laporan hasil penelitiannya. Penyusunan laporan dan desiminasi hasil penelitian merupakan langkah terakhir dalam pelaksanaan penelitian ilmiah. Format laporan ilmiah seringkali telah dibakukan berdasarkan institusi atau pemberi sponsor di mana penelitia itu melakukannya. Desiminasi dapat dilakukan dalam bentuk seminar atau menuliskannya dalam jurnal-jurnal penelitian. Ini penting dilakukan agar hasil penelitian diketahui oleh masyarakat luas (masyarakat ilmiah) dan dapat dipergunakan bila diperlukan.

Demikian uraian dari blog Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Model-Model Pembelajaran tentang penelitian ilmiah dan langkah-langkah melakukan penelitian ilmiah. Semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya

Pengertian dan Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah dan Langkah-Langkahnya.

Sudah lama tidak menulis tentang teori penelitian, maka kali ini blog Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Model-Model Pembelajaran akan kembali menguraikan salah satu topik terkait hal tersebut, yaitu Pengertian Metode Ilmiah dan Langkah-Langkah Metode Ilmiah. Yuk kita simak.

Pengertian Metode Ilmiah

Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris, dan terkontrol.

Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah

Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula berdasarkan  data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode ilmiah, maka dengan demikian pertama-tama harus dirumuskan masalah apa yang sedang dihadapi dan sedang dicari pemecahannya. Rumusan permasalahan ini akan menuntun proses selanjutnya.

Pada Metode Ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis

Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses berpikir yang sistematis ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga terbentuk sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan.

Metode ilmiah didasarkan pada data empiris

Setiap metode ilmiah selalu disandarkan pada data empiris. maksudnya adalah, bahwa masalah yang hendak ditemukan pemecahannya atau jawabannya itu harus tersedia datanya, yang diperoleh dari hasil pengukuran secara objektif. Ada atau tidak tersedia data empiris merupakan salah satu kriteria penting dalam metode ilmiah. Apabila sebuah masalah dirumuskan lalu dikaji tanpa data empiris, maka itu bukanlah sebuah bentuk metode ilmiah.

Pada metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara terkontrol

Di saat melaksanakan metode ilmiah, proses berpikir dilaksanakan secara terkontrol. Maksudnya terkontrol disini adalah, dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga, jadi apabila ada orang lain yang juga ingin membuktikan kebenarannya dapat dilakukan seperti apa adanya. Seseorang yang berpikir ilmiah tidak melakukannya dalam keadaan berkhayal atau bermimpi, akan tetapi dilakukan secara sadar dan terkontrol.

Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
  1. Merumuskan masalah.
  2. Merumuskan hipotesis.
  3. Mengumpulkan data.
  4. Menguji hipotesis.
  5. Merumuskan kesimpulan.

Merumuskan Masalah

Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.Permusan masalah adalah sebuah keharusan. Bagaimana mungkin memecahkan sebuah permasalahan dengan mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum dirumuskan?

Merumuskan Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.

Mengumpulkan Data

Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan.

Menguji Hipotesis

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementaradari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini dimaklumi karena taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu pengujian hipotesis itu sendiri.

Merumuskan Kesimpulan

Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan masalah yang diajukannya.

Demikian tulisan dari blog PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dan Model-Model Pembelajaran tentang Pengertian Metode Ilmiah dan Langkah-Langkah Metode Ilmiah. Semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya

Rabu, 10 Juli 2013

Cara Mengecek Daftar Peserta Sertifikasi Guru 2013 Berdasarkan Hasil UKG Online 2013

UPDATE!!!!! Silakan (klik) Lihat Cara Cek Daftar Peserta Sertifikasi Guru 2013 yang Lulus Verifikasi dan Pemberkasan di sini. 

=====

Daftar Peserta Sertifikasi Guru 2013, Cara Cek dan Hasil UKG Online 2013

Bapak dan Ibu guru peserta UKG online 2013 dan ingin mencari tahu apakah Bapak dan Ibu termasuk ke dalam Daftar Peserta Sertifikasi Guru 2013 yang akan datang? Hasil UKG online 2013 memang akan dijadikan salah satu dasar penetapan peserta sertifikasi guru 2013. Oleh karena itu, blog Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Model-Model Pembelajaran akan mencoba memberikan informasi kepada Bapak dan Ibu untuk melakukan pengecekan sendiri apakah Bapak/Ibu termasuk dalam Daftar Peserta Sertifikasi Guru tahun 2013 tersebut. Ada 2 cara pengecekan yang dapat dilakukan, yaitu: (1) Pengecekan Daftar Peserta Sertifikasi Guru 2013 berdasarkan wilayah Kabupaten/Kota; (2) Pengecekan Daftar Peserta Sertifikasi Guru 2013 berdasarkan NUPTK secara individual. Yuk disimak.

Cara Cek Daftar Peserta Sertifikasi Guru 2013 berdasarkan Wilayah Kabupaten / Kota

Adapun langkah-langkah pengecekan daftar sertifikasi guru tahun 2013 berdasarkan wilayah provinsi, kabupaten/kota adalah sebagai berikut:
  1. Buka situs http://sergur.kemdiknas.go.id/sg13/ 
    halaman sergur.kemdiknas.go.id/sg13
    halaman sergur.kemdiknas.go.id/sg13
  2. Klik menu Kriteria yang terdapat di sudut kanan atas halaman.
  3. Pilih provinsi dengan mengklik tanda segitiga hitam di ujung kanan kotak 
  4. Pilih kabupaten/kota  dengan mengklik tanda segitiga hitam di ujung kanan kotak
  5. Klik tombol tampilkan, dan Daftar Peserta Sertifikasi 2013 per kabupaten / kota akan ditampilkan (silakan cari nama anda).

Cara Cek Daftar Peserta Sertifikasi Guru 2013 berdasarkan NUPTK Secara Individual

Adapun langkah-langkah pengecekan daftar sertifikasi guru tahun 2013 berdasarkan NUPTK peserta UKG online 2013 secara individual adalah sebagai berikut:
  1. Buka situs http://sergur.kemdiknas.go.id/sg13/
  2. Klik menu Pencarian yang terdapat di sudut kanan atas halaman.
  3. Masukkan 16 digit NUPTK anda
  4. Klik tanda lup (kaca pembesar) yang ada di ujung kanan kotak isian NUPTK, dan Data Anda (Peserta UKG 2013) akan ditampilkan.
  5. Akan ada 3 kemungkinan hasil berdasarkan pencarian berdasarkan NUPTK ini, seperti contoh di bawah ini.
Kemungkinan Hasil UKG online 2013 dan Hubungannya dengan Daftar Peserta Sertifikasi Guru 2013

A. Tidak memenuhi persyaratan peserta Sertifikasi Pendidik 2013

Kelompok Data : UKG on line
Syarat peserta Sertifikasi Guru 2013 memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Pada tanggal 1 Januari 2014 belum memasuki usia 60 tahun.
2. Sudah menjadi guru pada saat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ditetapkan tanggal 30 Desember 2005
3. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV). Jika belum S1/D-IV,
    - Usia minimal 50 tahun dan masa kerja minimal 20 tahun, atau
    - Memiliki Golongan minimal IV/A.
Peserta tidak memenuhi,
- syarat kedua

Peserta dicatat sebagai sebagai calon peserta sertifikasi pendidik tahun berikutnya.

B. Saat ini masih belum menjadi calon peserta Sertifikasi Pendidik 2013

Kelompok Data : UKG on line
Memenuhi persyaratan sertifikasi guru tetapi masih diluar kuota.
Jika masih diluar kuota sampai batas waktu penetapan berakhir, data dicatat sebagai calon peserta sertifikasi tahun berikutnya

C. Calon peserta Sertifikasi Guru 2013.

Kelompok Data : UKG on line
Harap memonitor proses penetapan peserta dan melengkapi dokumen yang diperlukan di dinas kab/kota yang bersangkutan

Demikian informasi tentang Hasil UKG online 2013 dalam Hubungannya dengan Daftar Peserta Sertifikasi Guru 2013 nanti dari blog Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Model-Model Pembelajaran. Semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya

Informasi Terbaru Seputar VerVal NUPTK 2013 (10-07-2013)

Informasi Terbaru Seputar VerVal NUPTK 2013

Bapak/Ibu sudah mulai VerVal NUPTK di Padamu Negeri kan? Sudah ngisi EDS (Evaluasi Diri)? Kalau belum baca dulu Bocoran 56 pertanyaan EDS (Evaluasi Diri) untuk Guru di sini. Oh ya, Informasi terbaru tentang VerVal NUPTK dari blog PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dan Model-Model Pembelajaran kali ini adalah tentang Petunjuk Pengisian Data Rinci PTK dan seberapa Banyak PTK yang Telah Melakukan VerVal. Yuk disimak.

Petunjuk Pengisian Data Rinci Pegawai

Apabila Bapak/Ibu telah menyelesaikan menjawab pertanyaan-pertanyaan EDS (Evaluasi Diri), maka Bapak/Ibu dalam melakukan VerVal NUPTK akan dihadapkan pada Pengisian Data Rinci Pegawai. Berikut penjelasannya:

SEBAGAI PEGAWAI

Isian TMT Sekolah Induk = Tanggal mulai bekerja di sekolah induk saat ini

SEBAGAI PNS

Isian TMT Sebagai PNS = Berdasarkan SK pengangkatan menjadi PNS 100 %
Isian TMT Golongan = Sesuai dengan SK Kenaikan Pangkat terakhir
Isian NIP = NIP Baru terbitan BKN 18 Digit

SEBAGAI PENDIDIK/GURU

Isian Tgl Mulai Bertugas (Sebagai Pendidik/Guru) = Berdasarkan SK Penetapan pertama kali sebagai Pendidik/Guru)

Statistik VerVal NUPTK oleh PTK

Sebagai tambahan informasi, update sampai dengan tanggal 8 Juli 2013 jam 20:15 PM menunjukkan bahwa:

Statistik VerVal NUPTK

VerVal NUPTK yang Telah Dilakukan oleh PTK Se-Indonesia rinciannya adalah sebagai berikut:
Bintang 1= 767.196
Bintang 2= 455.202
Isi EDS = 238.943

Keterangan Status VerVal (Tanda Bintang VerVal) :

Bintang 1 = Persetujuan VerVal Level 1 (Data Dasar oleh Admin/Operator Sekolah)
Bintang 2 = Aktivasi Akun Login PTK oleh masing-masing PTK yang bersangkutan
Bintang 3 = Persetujuan VerVal Level 2 (EDS/Evaluasi Diri dan Pengisian Data Rinci Pegawai) oleh admin / operator sekolah
Bintang 4 = Persetujuan Pakta Integritas oleh Admin / Operator Dinas (Status NUPTK Aktif tahun 2013)

Registrasi PTK (Ajuan NUPTK Baru)

PTK yang belum mempunyai NUPTK diberi kesempatan untuk mengajukan permohonan penerbitan NUPTK baru. Ternyata pengajuan NUPTK baru di situs padamu cukup membludak. Perhatikan rincian berikut:
Bintang 1 = 102.508
Bintang 2 = 62.502
Isi EDS = 29.138
Baca Cara dan Syarat-syarat Pengajuan NUPTK Baru.

Aktivasi Akun Sekolah

Aktivasi akun sekolah sangat penting Sebagai salah satu langkah wajib yang harus dilakukan sekolah. PTK tidak akan dapat melakukan VerVal apabila akun sekolah belum diaktivasi.Hingga tanggal tersebut di atas ternyata aktiviasi akun sekolah telah mencapai:
TK (Taman Kanak-Kanak) = 16.372
SD (Sekolah Dasar) = 81.348
SMP (Sekolah Menengah Pertama) = 19.100
SMA (Sekolah Menengah Atas) = 12.245
SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) = 1.382
SLB (Sekolah Luar Biasa) = 330
Baca Cara Aktivasi Akun Sekolah untuk VerVal NUPTK di sini.

Tentang NPSN di Padamu Negeri

Program PADAMU NEGERI menggunakan basisdata NUPTK periode 2006 - 2012 yang menggunakan referensi NPSN versi lama (DAPODIK.ORG periode 2006 - 2011). Hal ini terjadi karena pada masa VerVal NUPTK periode 2011/2012 lalu BPSMDPK-PMP melaksanaan pemutakhiran dan pemetaan NUPTK dengan NPSN versi lama tersebut. Info tentang arsip NPSN versi lama dapat diakses di http://dapodik.org/arsip-npsn/

Pada pelaksanaan VerVal NUPTK periode 2013 melalui PADAMU NEGERI sangat perlu tetap menjaga kesinambungan dari hasil VerVal NUPTK periode sebelumnya. Oleh karena itu mengapa di Surat Aktivasi Akun yang diterima oleh Sekolah kemungkinan akan terjadi perbedaan  antara SIAPID (NPSN versi lama) dengan NPSN versi baru sebagaimana dipublikasikan di situs http://refsp.data.kemdikbud.go.id.

Program PADAMU NEGERI juga berfungsi untuk memutakhirkan NUPTK dengan NPSN versi baru melalui mekanisme validasi yang dilakukan oleh Admin Sekolah secara langsung  mandiri melalui menu Kelola Sekolah > Profil Sekolah. Adapun SIAPID (NPSN versi lama) akan berlaku sebatas hanya sebagi userID akses ke SIAP PADAMU  NEGERI oleh Admin Sekolah.

Namun demikian pada prakteknya di lapangan masih ditemukan kasus berkenaan dengan status NPSN tersebut yang kami jelaskan dalam bentuk tanya-jawab sebagai berikut:

===========================================================

Pertanyaan 1:
NPSN versi baru sekolah kami yang terdaftar di (refsp.data.kemdikbud.go.id) berbeda dengan SIAPID (NPSN versi lama) yang kami terima dari Admin Pusat PADAMU NEGERI BPSDMPK-PMP KEMDIKBUD. NPSN mana yang kami gunakan?

Jawaban:
Untuk kebutuhan akses layanan PADAMU NEGERI gunakan SIAPID (NPSN versi lama) sesuai dengan Surat Aktivasi Akun PADAMU NEGERI. Setelah aktivasi dan login ke aplikasi SIAP PADAMU NEGERI silakan diperbarui sesuai dengan NPSN versi baru yang terdaftar di refsp.data.kemdikbud.go.id. 

Untuk akses ke layanan PADAMU NEGERI selanjutnya tetap gunakan SIAPID (NPSN versi lama) tidak menggunakan NPSN versi baru.

===========================================================
Pertanyaan 2:
Kami mendapatkan 2 (dua) Surat Aktivasi Akun Sekolah dengan Nama Sekolah yang mirip/sama namun SIAPID (NPSN versi lama) yang berbeda. Surat mana yang akan kami gunakan?

Jawaban:
a. Cara pertama; Coba telusuri daftar PTK pemilik NUPTK yang bertugas di Sekolah Anda di situs http://bpsdmpk.kemdikbud.go.id/padamu . Jika sudah ditemukan perhatikan NPSN versi lama pada PTK tersebut sebagai acuan untuk memilih Surat Aktivasi Akun dengan SIAPID (NPSN versi lama) yang identik dengan NPSN versi lama pada PTK tersebut.
b. Cara kedua: Coba aktivasi keduanya, login sebagai Admin Sekolah cek di menu Direktori PTK. Jika memuat daftar PTK di menu tersebut maka gunakan akun SIAPID (NPSN versi lama) tersebut sebagai akun Admin Sekolah Anda, adapun akun di surat yang lain bisa abaikan.

===========================================================

Pertanyaan 3:
Saya sudah melakukan prosedur sesuai pertanyaan 2 dengan jawaban no. 2b,  namun tidak ditemukan daftar PTK di menu Direktori PTK.

Jawaban:
Dapat dipastikan seluruh PTK pemilik NUPTK versi lama yang bertugas di sekolah Anda saat ini status NPSNnya belum teridentifikasi. Hal ini bisa terjadi pada masa VerVal periode 2011/2012 yang lalu pada pemilik NUPTK tersebut belum termutakhirkan dengan NPSN versi lama.

Silakan lakukan prosedur Formulir A03 pada pemilik NUPTK tersebut untuk dimutakhirkan status NPSN versi lama melalui Admin Dinas Pendididkan Kab/Kota setempat agar bisa mendapatkan Formulir A01 sebagai syarat proses VerVal NUPTK Level 1 oleh Admin Sekolah Induk masing-masing. Jika sudah dimutakhirkan oleh Admin Dinas maka pemilik NUPTK tersebut otomatis akan muncul di Direktori PTK Sekolah Anda.

Sumber: http://www.facebook.com/Padamu.Negeri.Indonesiaku?fref=ts
Baca juga FAQ (Frequently Asked Question) tentang VerVal NUPTK di sini.

Demikian Informasi Seputar VerVal NUPTK 2013 (10-07-2013) dari Blog Penelitian Tindakan Kelas dan Model-Model Pembelajaran. Semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya

Minggu, 07 Juli 2013

VerVal NUPTK : Daftar 56 Pertanyaan Evaluasi Diri untuk Guru

VerVal NUPTK : Daftar 56 Pertanyaan Evaluasi Diri untuk Guru

Bapak dan Ibu Guru, sudah mengisi evaluasi diri untuk VerVal NUPTK? Kali ini blog Penelitian Tindakan Kelas akan memberikan informasi tentang Daftar Pertanyaan Evaluasi Diri untuk Guru Pada Saat VerVal NUPTK. Ada 56 pertanyaan yang harus dijawab dalam evaluasi diri ini. Yuk Disimak.

Daftar Pertanyaan Evaluasi Diri Guru Saat Proses VerVal NUPTK

Untuk mengisi evaluasi diri ini, Bapak/Ibu Guru diminta menjawab secara obyektif sesuai kondisi Bapak/Ibu sendiri. Hampir semua pertanyaan dapat dijawab lebih dari satu jawaban.

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
G.1.5
Permasalahan sikap dan perilaku peserta didik yang masih ditemukan adalah :
  • mencontek saat ujian
  • tidak mengerjakan tugas yang diberikan
  • menyalin tugas dari pekerjaan temannya
  • bolos tanpa alasan yang jelas dan dapat diterima
  • malas belajar
  • terlibat tawuran
  • terlibat narkoba
  • sering telat masuk sekolah
  • tidak menghormati guru dan orang lain
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.1.6
Sikap dan perilaku yang dapat dibanggakan dari mayoritas peserta didik di sekolah bapak/ibu adalah:
  • giat belajar dan rajin membaca
  • membantu teman/orang lain dan hormat pada guru
  • disiplin dan mematuhi tatatertib sekolah
  • melaksanakan ajaran agama yang dianutnya
  • sportif dalam bertindak
  • berani mengakui kesalahan
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.1.7
Sikap dan perilaku jujur, santun, perduli, disiplin, percaya diri, dan bertanggungjawab yang dapat diamati dalam perilaku siswa serta dapat dibuktikan dengan dokumen penilaian sikap siswa adalah
  • secara konsisten ditunjukkan ketika berada di sekolah
  • sesuai dengan kondisi yang dilaporkan oleh orang tua siswa ketika berada di rumah
  • ditunjukkan ketika siswa berinteraksi dengan semua orang
  • menghormati orang yang berlaku
  • tidak ada jawaban yang sesuai
G.1.8
Pengetahuan peserta didik di sekolah bapak/ibu pada umumnya, dan dapat ditunjukkan buktinya dalam penilaian yang telah dilakukan adalah :
  • mampu menghapal cukup banyak informasi yang diajarkan
  • mampu menjelaskan kembali sebuah informasi yang dipelajari dengan kalimat sendiri
  • mampu menerapkan suatu konsep untuk menjelaskan sebuah fenomena alam atau sosial
  • mampu mengidentifikasi variabel yang terkait dengan suatu permasalahan
  • mampu menerapkan sebuah prosedur untuk menyelesaikan permasalahan
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.1.9
Kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi pada umumnya adalah sebagai berikut :
  • mampu membaca cepat dan membuat rangkuman dari informasi tertulis
  • mampu menyampaikan ide dan pendapat secara santun dan mudah dipahami
  • menyimak informasi secara tepat dan mampu menyampaikan kembali dengan kalimat sendiri
  • mampu melakukan telaah secara kritis kritis terhadap teks atau buku
  • membuat karya tulis dengan deskripsi yang berkesinambungan dan mudah dipahami
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.1.10
Kemampuan peserta didik di sekolah pada umumnya dalam mengamati, mencoba, mengolah, dan menyajikan pemikiran dan tindakan produktif serta kreatif, serta dapat dibuktikan bukti penilaiannya adalah:
  • melakukan pengamatan dengan petunjuk yang jelas
  • melakukan percobaan/ekplorasi
  • menganalisis hasil percobaan/ekplorasi
  • menyajikan hasil percobaan/ekplorasi
  • membuat dan menyajikan hasil karya yang bagus
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.1.11
Kemampuan peserta didik dalam menghasilkan karya, pada umumnya dapat dikelompokkan sebagai :
  • hasil meniru karya orang lain
  • hasil modifikasi karya orang lain
  • hasil kreasi sendiri sesuai dengan fasilitas yang tersedia

G.2.2
Rancangan metode pembelajaran yang dikembangkan dalam kurikulum sekolah Bapak/Ibu yang mendukung pembelajaran aktif (student active learning) adalah
  • ceramah
  • diskusi dan tanya jawab
  • demonstrasi
  • penemuan terbimbing
  • pemecahan masalah
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.2.5
Dokumen yang digunakan sebagai acuan dalam pengembangan KTSP di sekolah Bapak/Ibu adalah
  • Standar Isi
  • Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
  • Standar proses
  • Standar penilaian
  • Panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP
  • Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan dari sekolah di negara maju
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.2.6
Proses pengembangan KTSP di sekolah Bapak/Ibu adalah
  • Mengadopsi dan mengadaptasi model yang dikembangkan oleh BSNP
  • Mengembangkan KTSP melalui KKG/KKS/MGMP
  • Mengembangkan KTSP sendiri dengan mengacu panduan yang disusun BSNP
  • Mengembangkan KTSP sendiri dengan mengacu kurikulum sekolah di negara maju
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.2.7
KTSP yang bapak/ibu kembangkan dibuat berdasarkan prinsip-prinsip
  • Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
  • Beragam dan terpadu
  • Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
  • Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
  • Menyeluruh dan berkesinambungan
  • Belajar sepanjang hayat
  • Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.2.9
Jenis penilaian yang diterapkan dalam KTSP di sekolah bapak/ibu adalah
  • tes tertulis
  • tes lisan
  • pengamatan kinerja
  • pengukuran sikap
  • penilaian hasil karya berupa tugas
  • penilaian proyek
  • penilaian produk
  • portofolio
  • penilaian diri
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.2.10
Materi ajar yang dimuat dalam kurikulum sekolah bapak/ibu, memenuhi syarat
  • Sahih (teruji kebenarannya)
  • Signifikan (bermanfaat dalam pencapaian kompetensi)
  • Bermanfaat secara akademis dan non akademis
  • Kelayakan (mempertimbangkan taraf berpikir peserta didik)
  • Relevan, konsisten, dan edukatif
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.2.11
Komposisi materi pelajaran yang dimuat dalam RPP bapak/ibu adalah :
  • dominan pada aspek sikap dan perilaku
  • dominan pada aspek pengetahuan
  • dominan pada aspek keterampilan
  • proporsi sikap, pengetahuan, dan ketrerampilan dibuat merata

G.2.12
Materi kurikulum di sekolah bapak/ibu, disesuaikan untuk:
  • Mengembangkan ketrampilan berpikir kritis
  • Mengembangkan ketrampilan pemecahan masalah
  • Mengembangkan budaya membaca dan menulis untuk menumbuhkan budaya gemar membaca
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.2.13
Keterkaitan materi dengan kebutuhan peserta didik yang dicakup dalam RPP bapak/ibu dibuat dengan:
  • Sesuai perkembangan usia peserta didik
  • Mengembangkan karakter mulia.
  • Memperhatikan gender
  • Memperhatikan karakeristik lingkungan sekitar peserta didik
  • Memperhatikan kehidupan sosial peserta didik
  • Mengembangkan sikap nasionalisme dalam kehidupan bernegara.
  • Memfasilitasi penggunaan teknologi
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.3.1
Kegiatan yang dilaksanakan oleh bapak/ibu di sekolah terkait dengan perencanaan pembelajaran meliputi
  • Menganalisis kompetensi yang akan diperoleh siswa
  • Menetapkan materi ajar
  • Memilih model/metode belajar yang relevan
  • Menentukan dan mengevaluasi buku sumber yang digunakan
  • Menyusun bahan ajar sesuai karakteristik peserta didik
  • Menyusun penilaian yang relevan
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.3.2
Perancangan RPP yang disusun guru di sekolah bapak/ibu telah memperhatikan prinsip-prinsip berikut:
  • Memperhatikan perbedaan individu
  • Mendorong partisipasi aktif peserta didik
  • Mengembangkan budaya membaca dan menulis
  • Umpan balik dan tindak lanjut
  • Keterkaitan dan keterpaduan antara SKL-standar isi-materi-kegiatan belajar-penilaian
  • Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
  • Metode pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menarik
  • Pemilihan media yang sesuai
  • Penggunaan sumber belajar yang relevan
  • Penggunaan penilaian autentik
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.3.3
Hal-hal yang disampaikan oleh guru pada awal semester kepada peserta didik adalah:
  • kompetensi yang akan dicapai
  • cakupan materi ajar
  • rancangan tugas selama satu semester
  • tugas mandiri dan tugas kelompok yang harus dikerjakan
  • penilaian yang akan dilakukan
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.3.4
Aktifitas yang dilakukan oleh bapak/ibu untuk memperbaiki proses pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi peserta didik adalah
  • Melakukan remedial untuk peserta didik yang belum tuntas belajar
  • Melakukan refleksi proses pembelajaran dan memperbaiki pembelajaran
  • Menganalisis daya serap peserta didik dan memperbaiki pembelajaran
  • Mengecek gaya belajar peserta didik dan menyesuaikan pembelajaran
  • Berkomunikasi dengan teman sejawat atau KKG/MGMP untuk mempersiapkan PBM yang lebih baik
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.3.10
Sumber belajar yang bapak/ibu gunakan dalam pembelajaran adalah :
  • Buku teks dan lembar kerja dari penerbit tertentu
  • Buku teks yang dikembangkan sendiri atau oleh kelompok guru
  • Buku panduan
  • Ensiklopedia atau kamus
  • Majalah dan/atau Koran
  • Internet
  • Diktat yang dikembangkan sendiri
  • Modul belajar
  • Nara sumber yang menguasai bidangnya
  • Perpustakaan atau museum
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.3.17
Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan di sekolah untuk membentuk karakter (sikap dan perilaku) peserta didik adalah
  • Melaksanakan program sekolah dan tatatertib untuk pembentukan karakter jujur, disiplin, dan bertanggungjawab
  • Melaksanakan pembelajaran yang memiliki dampak langsung terhadap pembentukan karakter jujur, disiplin, tanggungjawab, dan menghargai orang lain
  • Melaksanakan pembelajaran yang menyadarkan akan pentingnya memiliki karakter jujur, disiplin, dan bertanggungjawab
  • Melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler yang memiliki dampak terhadap pembentukan karakter jujur, disiplin, bertanggungjawab, dan menghargai orang lain
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.3.19
Pelaksanaan pembelajaran yang bapak/ibu lakukan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi siswa secara efektif dan santun:
  • Memperbanyak aktifitas siswa dalam membaca, menulis dan berbicara dalam belajar
  • Memberi tugas belajar berupa telaah buku dan membuat karya tulis
  • Melakukan aktifitas belajar berkelompok
  • Memberi tugas mengumpulkan informasi dari berbagai sumber
  • Memberi tugas berkomunikasi dengan anggota masyarakat untuk kepentingan belajar
  • Mempresentasikan hasil kerja mandiri atau kelompok di depan kelas
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.3.21
Kesulitan Bapak/Ibu dalam menerapkan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi lisan dan tulisan adalah:
  • Tidak cukup waktu
  • Kurang menguasai metode mengajar yang efektif dan efisien
  • Tidak didukung Kepala Sekolah
  • Kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung di sekolah
  • Kemampuan peserta didik tidak memadai
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.3.22
Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan bapak/ibu untuk meningkatkan kreatifitas peserta didik adalah :
  • Ceramah dan diskusi
  • Belajar berkelompok
  • Pembelajaran berbasis proyek
  • Pembelajaran berbasis masalah
  • Pembelajaran inkuiri dan penemuan (discovery)
  • Strategi/metode inovatif lainnya
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.3.23
Kesulitan bapak/ibu dalam menerapkan pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kreatifitas peserta didik adalah :
  • Tidak cukup waktu
  • Kurang menguasai metode mengajar yang efektif dan efisien
  • Tidak didukung Kepala Sekolah
  • Kurangnya sarana dan prasarana di sekolah
  • Kemampuan peserta didik tidak memadai
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.3.23
Kesulitan bapak/ibu dalam menerapkan pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kreatifitas peserta didik adalah :
  • Tidak cukup waktu
  • Kurang menguasai metode mengajar yang efektif dan efisien
  • Tidak didukung Kepala Sekolah
  • Kurangnya sarana dan prasarana di sekolah
  • Kemampuan peserta didik tidak memadai
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.3.24
Pembelajaran yang bapak/ibu lakukan untuk mengembangkan keingintahuan dan budaya belajar peserta didik :
  • Memotivasi peserta didik untuk giat belajar pada kegiatan awal pembelajaran
  • Meningkatkan keingintahuan melalui pengamatan fenomena alam dan sosial
  • Melibatkan peserta didik dalam pembelajaran aktif untuk mengekplorasi fenomena alam dan sosial
  • Melakukan pembelajaran secara inkuiri
  • Menumbuhkan kebiasaan membaca dan menyampaikan informasi yang diperoleh
  • mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk menganalisis sebuah permasalahan
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.3.31
Frekuensi supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam satu tahun terakhir
  • Lebih dari 2 kali/tahun
  • 2 kali/tahun
  • 1 kali/tahun
  • tidak pernah

G.3.33
Kepala sekolah membantu/membimbing guru dalam memperbaiki
•     Perencanaan
•     Pelaksanaan pembelajaran
•     Penilaian hasil belajar
•     tidak ada jawaban yang sesuai

G.4.1
Prinsif yang digunakan oleh bapak/ibu dalam penilaian adalah
  • Obyektif, yakni berbasis pada standar dan tidak subyektif
  • Terpadu, yakni terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan
  • Ekonomis, yakni efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan
  • Transparan, yakni prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak
  • Akuntabel, yakni dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, maupun hasilnya
  • Edukatif, mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.4.3
Langkah-langkah yang dilakukan bapak/ibu dalam menyusun instrumen penilaian adalah sebagai berikut:
  • menetapkan indicator, menyusun kisi-kisi, menyusun instrumen, mengkaji SK/KD, memilih jenis instrumen
  • mengkaji SK/KD, memilih jenis instrument, menyusun kisi-kisi, menyusun instrumen
  • mengkaji SK/KD, menyusun kisi-kisi, memilih jenis instrument, menyusun instrumen
  • mengkaji SK/KD, memilih jenis instrument, menyusun instrumen, menyusun kisi-kisi
  • melakukan pembahasan instrumen bersama teman sejawat, menyusun instrumen
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.4.6
Ketersediaan prosedur dan kriteria penilaian dapat diakses dalam bentuk
  • Dokumen cetak
  • Dokumen yang mudah diakses di internet
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.4.7
Petunjuk pelaksanaan penilaian yang tersedia dan digunakan di sekolah bapak/ibu meliputi:
  • Pedoman penilaian
  • Kriteria ketuntasan hasil belajar
  • Pedoman penskoran termasuk rubrik penilaian
  • Petunjuk tentang pengolahan nilai dan KKM
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.4.10
Teknik penilaian yang dilakukan untuk menilai pengetahuan peserta didik dan dapat ditunjukkan bukti fisiknya meliputi:
  • Tes tertulis
  • Tes lisan
  • Instrumen penugasan
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.4.11
Bagaimana bapak/ibu menilai karakter peserta didik (jujur, disiplin, menghargai orang lain, dan bertanggungjawab)
  • Menganalisis kesamaan/pola jawaban dalam jawaban ujian
  • Melakukan pengamatan sikap dan perilaku terutama untuk kelompok pelajaran agama dan akhlak mulia
  • Menganalisis laporan hasil pengamatan beberapa guru terkait sikap dan perilaku peserta didik
  • Menilai sikap perilaku peserta didik ketika berada di sekolah
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.4.12
Jenis penilaian sikap dan perilaku yang telah bapak/ibu lakukan dan dapat ditunjukkan dalam bentuk fortofolio peserta didik dalam satu semester adalah
  • Lembar Observasi
  • Penilaian diri
  • Penilaian antar teman
  • Jurnal
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.4.13
Bagaimana bapak/ibu menilai kompetensi peserta didik dalam berkomunikasi efektif dan santun
  • Menganalisis tes uraian menggunakan rubrik
  • Menilai laporan telaah buku dan/atau karya tulis yang dibuat oleh peserta didik
  • Menilai penyampaian peserta didik dalam menyajikan karya di depan kelas
  • Menilai sikap dan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.4.14
Bapak/ibu menilai kreatifitas peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan atau menghasilkan karya, melalui :
  • Penilaian karya yang dihasilkan menggunakan rubrik
  • Melaksanakan pameran hasil karya peserta didik (showcase portfolio)
  • Penilaian proses selama pembelajaran, terkait dengan kemampuan mengidentifikasi permasalahan dan menganalisis masalah, dan mengajukan solusi
  • Penilaian kemampuan peserta didik dalam merancang, menghasilkan, dan mengkomunikasikan proses penyelesaian masalah/pembuatan produk
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.4.15
Jenis penilaian keterampilan yang telah bapak/ibu lakukan dan dapat ditunjukkan dalam bentuk fortofolio peserta didik dalam satu semester adalah
  • Fortofolio
  • Tes praktek
  • Proyek
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.4.16
Permasalahan bapak/ibu dalam membuat dan melaksanakan penilaian sikap dan perilaku menggunakan instrumen non-tes adalah
  • kurang memahami cara membuat instrumen, menggunakan, dan mengolah hasilnya
  • belum melakukan penilaian sikap dan perilaku karena tidak tercantum dalam RPP
  • tidak cukup waktu untuk melaksanakan penilaian sikap dan perilaku
  • penilaian sikap dan perilaku tidak dituntut oleh sekolah
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.4.20
Bapak/Ibu guru memanfaatkan hasil penilaian untuk mengetahui:
  • Kemajuan belajar siswa,
  • Kesulitan belajar siswa,
  • Cara melakukan perbaikan proses pembelajaran
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.5.10
Peningkatan kemampuan bapak/ibu dalam melakukan penilaian sikap, perilaku, dan keterampilan dalam tiga tahun terakhir :
  • dilakukan dengan bantuan sekolah dan sudah diterapkan dalam pembelajaran
  • dilakukan secara mandiri atas inisiatif sendiri, namun belum memahami penilaian secara utuh
  • diperoleh melalui diskusi bersama rekan guru dalam kegiatan MGMP/KKG
  • diperoleh dengan bantuan Kemdikbud/Pemda, namun belum diterapkan karena belum paham
  • diperoleh dengan bantuan Kemdikbud/Pemda, dan sudah menerapkan penilaian autentik
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.5.11
Peningkatan kemampuan bapak/ibu dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kreatifitas peserta didik dalam tiga tahun terakhir:
  • dilakukan dengan bantuan sekolah dan sudah diterapkan dalam pembelajaran
  • dilakukan secara mandiri atas inisiatif sendiri, namun belum paham
  • diperoleh melalui diskusi bersama rekan guru dalam kegiatan MGMP/KKG
  • diperoleh dengan bantuan Kemdikbud/Pemda, namun belum diterapkan karena belum paham
  • diperoleh dengan bantuan Kemdikbud/Pemda, dan sudah diterapkan dalam pembelajaran
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.6.3
Bapak/Ibu menerima sosialisasi visi/misi sekolah melalui
  • Rapat
  • Spanduk, leaflet, brosur
  • Papan pajangan/banner
  • Dokumen RKS
  • Surat edaran kepala sekolah
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.6.8
Pihak-pihak yg terlibat dalam pengambilan keputusan di sekolah adalah
  • Kepala sekolah
  • Guru
  • Orang Tua Peserta didik
  • Pemerintah daerah
  • Dunia usaha dan dunia industri
  • Alumni
  • Tokoh masyarakat
  • Ketua Yayasan (untuk sekolah swasta)
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.6.10
Dalam bentuk apa saja, kepala sekolah dan guru berinteraksi/bekerjasama dalam pelaksanaan program sekolah
  • Penyusunan RKAS sekolah
  • Membangun kerjasama kemitraan dengan lembaga lain
  • Pemecahan masalah belajar peserta didik
  • Pengembangan kurikulum dan silabus
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.6.11
Pengelolaan sekolah di tempat bapak/ibu bekerja memberlakukan hal-hal sebagai berikut:
  • Melibatkan orang tua peserta didik dalam upaya meningkatkan mutu sekolah
  • Melibatkan guru dan komite sekolah dalam menetapkan sebuah kebijakan
  • Menerapkan azas demokrasi, keterbukaan, dan bertanggungjawab dalam pengambilan keputusan
  • Menerapkan sistem manajemen yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan mampu membuat sekolah menjadi mandiri
  • Menerapkan standar pelayanan prima
  • Menerapkan manajemen mutu terpadu
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.6.25
Nilai-nilai budaya yang tampak dalam keseharian di sekolah yang mendorong prestasi peserta didik dan kinerja guru adalah
  • Ikhlas dalam melaksanakan kegiatan sekolah
  • Bertukar pendapat dalam pemecahan masalah belajar peserta didik
  • Disiplin dalam menjalankan tugas
  • Sikap ilmiah yang dimiliki warga sekolah
  • Suasana kondusif di sekolah
  • Tolong-menolong melalui kegiatan sosial sekolah
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.6.26
Dalam hal apa Kepala Sekolah Bapak/Ibu dapat dijadikan teladan bagi warga sekolah
  • Kejujuran
  • Memperhatikan bawahan, dan terbuka
  • Kerja keras dan disiplin
  • komunikatif dan perhatian
  • Bekerjasama dengan pihak lain untuk kepentingan pengembangan sekolah
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.6.27
Ketauladanan pimpinan sekolah yang ditemukan dalam keseharian kegiatan sekolah
  • Kepedulian pimpinan terhadap program kerja sekolah
  • Tanggungjawab kepala sekolah
  • Keikhlasan dalam melaksanakan tugas
  • Kemampuan mengorganisir staf/guru
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.6.28
Bagaimana bapak/ibu mengakses laporan pengelolaan keuangan sekolah
  • Dapat diakses via internet
  • dapat diakses melalui komputer di ruangan khusus
  • Disediakan dalam bentuk laporan cetak
  • hanya dapat diakses oleh pihak tertentu
  • Tidak tersedia
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.7.15
Kondisi penggunaan sarana laboratorium yang ada di sekolah bapak/ibu
  • Digunakan secara rutin
  • Tidak dapat digunakan karena peralatan tidak lengkap
  • Tidak dapat digunakan karena peralatan utama rusak
  • Tidak digunakan karena tidak ada bahan yang dibutuhkan
  • Tidak digunakan karena tidak terkait dengan tujuan pembelajaran
  • Tidak digunakan karena belum memahami cara menggunakannya
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.7.16
Peralatan yang rusak di laboratorium terutama disebabkan karena
  • Sering digunakan
  • Penyimpanan yang tidak tepat
  • Tidak dirawat secara rutin karena tidak ada dana
  • Tidak digunakan karena tidak sesuai dengan kebutuhan
  • Memang sudah rusak sejak diterima
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.7.17
Kondisi ruang kelas yang dimiliki disekolah :
  • Sirkulasi udara baik
  • Kebersihan terjaga
  • Pencahayaan cukup
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.7.18
Kondisi laboratorium dan perlengkapan yang dimiliki oleh sekolah :
  • Ukuran ruang standar
  • Penataan ruang baik
  • Kelengkapan perabot mencukupi
  • Tersedia sambungan internet
  • Daya listrik memadai
  • tidak ada jawaban yang sesuai

G.7.20
Kondisi kerja di ruang kerja guru disekolah:
  • Ukuran ruang memadai
  • Penataan ruang baik
  • Kelengkapan perabot mencukupi
  • Peralatan Memadai
  • Sambungan internet
  • Daya listrik yang memadai
  • tidak ada jawaban yang sesuai
Demikian informasi tentang 56 Pertanyaan Evaluasi Diri untuk Guru dalam VerVal NUPTK dari blog Penelitian Tindakan Kelas. Semoga bermanfaat.


Baca Selengkapnya

Rabu, 03 Juli 2013

Media Audio dalam Pembelajaran di Kelas

Media Audio dalam Pembelajaran di Kelas

Sesudah memposting artikel tentang peranan media dalam pembelajaran di kelas, beberapa waktu yang lalu, kini blog ptk dan model pembelajaran kembali menampilkan bahasan tentang media belajar, tetapi mulai dikhususkan pada media belajar berbentuk audio (suara).

Pengertian Media Audio dan Peranannya dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan manusia, media audio sepertinya telah mendominasi proses komunikasi yang kita lakukan sehari-hari. Hal ini bahkan merambah hingga ke dunia pengajaran (instruction), dari tingkat dasar, menegah, bahkan perguruan tinggi.

Secara pengertian (definisi), media audio dalam proses pembelajaran merupakan suatu bahan atau media yang mengandung pesan bentuk auditif (pita suara atau cakram suara) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa, sehingga terjadi proses belajar mengajar.

Penggunaan Media Audio dalam Pembelajaran

Pada kegiatan pembelajaran di kelas, media-media pembelajaran berbasis audio (suara) sangat banyak digunakan, apalagi dalam era digital sekarang. Sangat mudah membuat, memperbanyak, dan mengaplikasikan media pembelajaran berbasis audio ini di dalam KBM di kelas. Media pembelajaran berbasis audio digunakan terutama untuk:
  1. Penggunaan media audio dalam pengajaran musik, pembacaan sajak, atau kegiatan dokumentasi lainnya sepertinya adalah suatu keharusan.
  2. Pada pengajaran bahasa asing, pemanfaatan media audio atau audiovisual adalah hal yang amat lumrah. Rekaman audio utamanya digunakan untuk mencontohkan bagaimana pengucapan dalam berbahasa asing.
  3. Penggunaan radio yang memang berbasiskan media audio juga sudah merupakan hal yang sangat lumrah. Banyak program-program pendidikan disampaikan kepada pebelajaran melalui radio.
  4. Penggunaan paket-paket belajar, dalam bentuk rekaman audio, seringkali digunakan untuk mempermudah siswa mengakses kembali secara berulang-ulang tentang suatu materi pembelajaran.

 Tahapan Pengembangan Media Audio untuk Pembelajaran di Kelas

Sebagaimana tahapan pengembangan media pembelajaran yang lain, tahapan pengembangan media pembelajaran berbasis audio secara umum juga terdiri dari 3 tahapan, yaitu:
  1. Perencanaan (Planning). Pada proses perencanaan ini, meliputi kegiatan-kegiatan penentuan tujuan media audio, analisis sasaran dalam hal ini siswa, penentuan materi media audio yang akan direkam, penentuan format audio, hingga penulisan skrip (naskah) yang akan direkam.
  2. Produksi (Production). Pada proses produksi, terdiri dari beberapa kegiatan yaitu kegiatan perekaman atau recording, sehingga seluruh program yang telah direncanakan dapat direkam menurut format yang telah ditentukan, kemudian proses editing, hingga proses penggandaan bila dibutuhkan.
  3. Evaluasi (Evaluation). Kegiatan tahap akhir ini mempunyai tujuan untuk menilai suatu program atau media audio yang telah diproduksi apakah nantinya program atau media audio tersebut perlu direvisi atau disempurnakan lagi ataukah sudah cukup bagus untuk dimanfaatkan dalam kegiatan belajar (KBM) di kelas.
Demikian artikel tentang Media Audio dalam Pembelajaran di Kelas dari blog PTK dan Model Pembelajaran. Semoga bermanfaat.



Baca Selengkapnya

Peranan Media Belajar dalam KBM Di Kelas

Beberapa waktu yang lalu di blog PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dan Model-Model Pembelajaran ini telah dibahas tentang media pembelajaran dan sumber belajar. Kali ini kita akan kembali membahas topik ini dengan mengaitkannya dengan peranan media pembelajaran pada KBM di dalam kelas. Yuk kita simak.

Peranan Media Belajar dalam KBM di Kelas

Saat proses pembelajaran (KBM) sedang berlangsung, guru mungkin menampilkan atau menggunakan media belajar (pembelajaran) dengan suatu atau beberapa tujuan. Beberapa tujuan yang menjadikan alasan seorang guru menggunakan media belajar adalah:
  1. Sumber bahan belajar siswa. Dalam hal ini media belajar akan mempunyai peran sebagai sarana dimana siswa menemukan bahan-bahan yang akan dipelajarinya, baik secara individual ataupun secara berkelompok. Peranan media sebagai sumber belajar akan membantu guru dalam kegiatan tugas mengajarnya.
  2. Memperjelas bahan pengajaran oleh guru. Seringkali pesan yang disampaikan guru terlalu verbal (terlalu banyak kata-kata) sehingga justru menjadi tidak jelas bagi siswa. Media pembelajaran dapat membantu guru mengurangi verbalisme, misalnya dalam bentuk benda nyata atau model, guru tidak perlu menjelaskan terlalu bertele-tele tentang suatu alat atau benda yang harus dipelajari siswa. Dengan demikian, bahan pengajaran yang diberikan guru menjadi lebih jelas dan dapat dengan mudah dipahami siswa.
  3. Memancing atau memicu munculnya persoalan untuk diangkat ke permukaan dan dikaji secara lebih mendalam. Adalah merupakan suatu cara yang unik dan menarik apabila siswa menemukan sendiri persoalan yang akan dipelajarinya. Mereka mempunyai interest terhadap suatu fenomena tertentu yang dapat ditampilkan atau dipicu oleh sebuah media pembelajaran. Sebuah media belajar yang disajikan di awal-awal pembelajaran barangkali dapat digunakan untuk memancing munculnya persoalan di benak siswa dan memicu  rasa ingin tahu mereka.

Kegunaan Media dalam Situasi-Situasi KBM Tertentu

Pada saat-saat tertentu di dalam KBM atau pembelajaran guru dapat pula menggunakan media pembelajaran karena alasan-alasan tertentu, di antaranya sebagai berikut:
  1. Bahan Pembelajaran Sulit dan Kompleks untuk Dipahami Siswa. Pada situasi di mana bahan pembelajaran yang sedang dipelajari siswa sangat sulit atau terlalu kompleks untuk dipahami, guru sebaiknya menggunakan media pembelajaran yang mungkin dapat mempermudah belajar siswa. Bahan-bahan yang sulit dan kompleks ini misalnya, dapat disajikan dalam bentuk diagram, gambar, model-model, atau desain grafis lain yang menyederhanakan bahan pembelajaran yang terlalu sulit dan kompleks tadi sehingga menjadi lebih mudah dipahami.
  2. Terbatasnya Sumber Pengajaran. Kadangkala keterbatasan sumber belajar tertentu, misalnya buku siswa dapat diatasi dengan menyajikan sumber belajar yang lain, misalnya guntingan koran. Pada alasan kedua ini, sumber utama pembelajaran dapat diatasi dengan media pembelajaran sederhana. Tentu saja untuk dapat memperoleh pencapaian tujuan ini diperlukan kreativitas guru yang bersangkutan, yaitu dengan memanfaatkan semaksimal mungkin setiap sumber daya yang mungkin sebelumnya tidak dianggap sebagai sumber belajar yang ideal.
  3. Berkurangnya atensi siswa terhadap KBM. Pada waktu-waktu tertentu, siswa dapat kehilangan fokus dan atensi (perhatian terhadap KBM) yang dilaksanakan oleh guru. Untuk memperbaiki situasi demikian guru dapat saja menggunakan media pembelajaran tertentu untuk kembali meraih perhatian siswa terhadap KBM. Kehilangan fokus dan atensi terhadap pembelajaran tentu saja sangat berpengaruh tidak hanya pada proses pembelajaran (KBM) yang sedang berlangsung, tetapi tentu saja akan berimplikasi pada hasil belajar yang akan mereka capai.
  4. Guru terlalu lelah dan kehilangan gairah dalam mengajar. Guru adalah manusia biasa yang sesekali dalam melaksanakan profesinya dapat kehilangan semangat dan gairah. Biasanya faktor penyebabnya adalah karena guru terlalu lelah dengan jadwal mengajar yang demikian padat ditambah tugas-tugas keadministrasian dan pembimbingan siswa di luar jam mengajarnya yang rutin. Untuk mengatasi hal ini tentu sangat baik bila guru mencoba menggunakan media belajar atau sumber belajar yang dapat membantunya untuk mengemat energi dan memudahkannya dalam memfasilitasi siswa agar belajarnya tidak terlalu besar ketergantungannya kepada guru sebagai sumber belajar.
Demikian bahasan kali ini tentang Peranan Media Belajar dalam KBM di Kelas dari blog penelitian tindakan kelas dan model-model pembelajaran. Semoga bermanfaat.





Baca Selengkapnya